Pada satu ketika, saya pernah dibuat diam oleh salah satu pertanyaan teman saya. Pertanyaan tersebut mengalir begitu saja—dan bahkan saya pun tak yakin teman saya mengajukan pertanyaan tersebut khusus untuk saya. Suaranya pelan, hampir hilang di tengah obrolan orang-orang di sekitar kami, namun terasa keras karena pertanyaannya cukup menohok.

Tujuan hidup kamu apa, sih?

Bicara soal tujuan hidup, kita semua pastinya familiar dengan kata tersebut. Namun, ketika ada seseorang yang bertanya secara spesifik, ‘tujuan hidup lo apa, sih?’ kalimat tersebut seolah menjadi soal matematika yang sulit dipecahkan. Kita tahu definisi ‘tujuan hidup’: sesuatu yang menggerakkan kita, sesuatu yang menjadi pusat dari semua aktivitas harian kita, sesuatu yang mendorong kita untuk terus maju, menerjang segala kesulitan dan ketidakmungkinan, sesuatu yang membuat kita semangat untuk menjalani hari-hari.

Jadi, tujuan hidup saya apa, ya? Apa saya punya tujuan hidup?

Pertanyaan teman saya itu sukses membuat saya berpikir, bahkan sampai saya berpisah dengannya. Di perjalanan pulang, saya mencoba menelaah lagi. Apa sih yang selama ini menjadi energi saya untuk terus berjuang? Apa sih yang memengaruhi saya dalam setiap pengambilan keputusan? Apa sih yang sebenarnya saya cari dalam hidup ini?

Di titik inilah saya tersadar: tujuan hidup saya belum jelas. Saya masih belum yakin dengan apa yang ingin saya capai, apa yang ingin saya raih, dan apa yang menjadi target saya ke depannya. Saya punya passion, tapi passion bukanlah tujuan hidup. Saya punya rencana karir, tapi patut diingat pula bahwa hal tersebut bukan menjadi fokus utama saya untuk menjalani kehidupan. Rencana karir bisa dikategorikan sebagai life goals, bukan life purpose. Ya gak, sih?

Mungkin ini sebabnya pula jika saya sering merasa kosong. Merasa tersesat, hilang arah, dan sering ‘bingung’ sama kehidupan. Sebab saya nggak punya tujuan. Ibarat mengemudi tanpa punya peta, tanpa melihat GPS, dan juga tanpa memerhatikan marka jalan. Ikut arus, ikut jalan yang sudah ada. Kalau macet ya berhenti, kalau stuck ya diam saja di situ, tanpa usaha cari jalan lain.

Meski sudah dipikir beberapa kali, saya masih bingung dengan tujuan hidup saya. Well, saat ini, saya mungkin masih belum tahu tujuan hidup saya apa. Yang pasti, saya ingin menjadi manusia yang seutuhnya. Saya ingin terus mengembangkan potensi diri. Saya ingin belajar banyak hal baru. Saya ingin membawa manfaat untuk orang di sekitar saya. Mungkin terdengar sederhana, namun tampaknya cukup untuk menjadi energi yang menggerakkan aktivitas harian saya.

Tujuan hidup memang bisa berubah. Dan itu tidak apa-apa. Untuk saat ini, tujuan hidup saya adalah menjadi versi terbaik dari diri saya.

Jadi, tujuan hidup kalian apa?

Regards,

Tari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *