Life is made up of an infinite amount of choices

Dalam hidup, kita akan dihadapkan pada banyak pilihan.

Konsep ini juga yang belum lama diangkat oleh serial hits Netflix, Black Mirror: Bandersnatch. Bahwa setiap keputusan yang kita ambil, meskipun kecil dan seolah tidak bermakna, ternyata bisa berdampak besar pada kehidupan kita ke depannya.

After all, life is made up of an infinite amount of choices.

Mau tidak mau, suka tidak suka, kita memang harus mengambil keputusan pada semua pilihan yang ditawarkan oleh hidup pada kita. Terkadang, pengambilan keputusan tidak sulit karena pilihan yang diberikan sudah jelas: pilihan yang baik dan pilihan yang buruk.

Well, memilih yang baik di antara yang buruk memang bukan pekerjaan yang sulit.

Namun, bagaimana jika kita dihadapkan pada dua pilihan, dan semuanya baik?

Memilih yang paling baik di antara yang baik.

Tapi, tentu saja tidak semudah itu.

Memilih yang terbaik di antara yang paling baik tidak secepat dan semudah membalikkan telapak tangan. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, ada masa depan yang harus dipikirkan, dan ada pula risiko yang harus siap kita terima atas pilihan yang diambil.

Saya sudah sering berhadapan dengan pilihan. Dan di awal tahun 2019 ini, Allah kembali menguji saya dengan memberi dua pilihan yang sama baiknya.

Satu hari sebelum saya cuti panjang untuk ibadah, saya dihadapkan pada dua pilihan sulit. Saya yang terbiasa mempertimbangkan segala hal dengan masak dan overanalyzing everything, terpaksa harus mengambil keputusan instan karena waktu yang saya miliki tidak banyak. Masing-masing dari pilihan yang ada punya nilai plus sendiri. Dan tanggung jawab yang harus diemban pun besar.

Dalam keadaan bingung dan putus asa karena tidak tahu pilihan mana yang harus diambil, saya membaca sebaris kalimat pada laman media sosial.

“When you have taken a decision, put your trust in Allah”

Benar juga.

Sering kali kita lupa dan menganggap bahwa kita punya kontrol penuh terhadap segala sesuatu yang ada di hidup kita. Kita lupa, bahwa semuanya bisa terjadi atas izin Allah. Bahwa semua yang datang dan pergi di hidup kita semuanya sudah diatur oleh Dia, sebaik-baiknya perencana. Percaya bahwa apa yang diberikan pada kita adalah yang terbaik. Mungkin kita tidak tahu apa rencana-Nya untuk kita, tapi suatu hari kita akan menengok ke belakang, connecting the dot, and it will all makes sense.

Dari situ, saya belajar satu hal: bahwa saya punya kebebasan untuk memilih. Bahwa apa pun pilihan saya, semuanya akan membawa saya pada sebuah dunia baru. Percaya bahwa apa pun yang saya pilih, itu merupakan pilihan terbaik dari Allah.

When you confront the options with courage and confidence, a whole new world filled with numerous possibilities will open upon your eyes.

Tapi, gimana kalo pilihan yang diambil ternyata salah?

Well, at least you’ll learn something new. Jadikan sebagai pelajaran dan yakini kalau kesalahan yang kita lakukan akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Allah tidak mungkin memberikan sesuatu pada kita tanpa ada alasan di baliknya.

Dan pada akhirnya, semua pilihan kembali lagi kepada kita.

“Life is about choices. Some we regret, some we’re proud of. Some will haunt us forever. The message: we are what we chose to be.” —Graham Brown

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *