Jawabanku: iya. Langganan Netflix di Indonesia menurutku cukup menguntungkan. Sebagai Netflix subscriber sejak lama, kalimat di atas memang paling sering ditanyakan oleh orang-orang ketika tahu kalau aku langganan Netflix setiap bulan. Biasanya, pertanyaan-pertanyaan tersebut juga bisa berbentuk:

“Rugi nggak, sih?”

“Bayarnya mahal, ya, tiap bulan?”

“Cuyyy, kalo bisa streaming gratis di XXX kenapa harus bayar?”

netflix indonesia, netflix in indonesia, netflix indonesia price
Untung rugi langganan Netflix di Indonesia

Nah, buat kamu yang masih mempertimbangkan ingin langganan Netflix atau nggak, atau punya pertanyaan yang sama seperti yang kutulis di atas, coba yuk bahas bareng-bareng.

Disclaimer dulu nih mumpung masih di awal: I have my own considerations that may differ from yours in regard to what constitutes “worth it” to me. Jadi, tetap relatif, ya. Yang kupandang menguntungkan, bisa aja dianggap rugi oleh orang lain. Anggaplah review kali ini sebagai bahan pertimbangan kamu sebelum mulai berlangganan.

Buat yang belum tahu, Netflix merupakan penyedia layanan video berbayar, di mana pengguna bisa menikmati kontennya melalui media laptop, tablet, smartphone, atau bahkan smart tv. Di sini, kamu bisa menemukan banyak sekali koleksi film dan series. Konsepnya hampir sama dengan tv kabel, tapi dengan koleksi yang lebih banyak. Untuk bisa menikmati layanannya, kamu bisa berlangganan setiap bulan.

Netflix sendiri menyediakan tiga plan untuk subscriptionnya: ada paket basic (Rp109.000), standard (Rp139.000), dan juga premium (Rp169.000). Setiap plan punya penawaran yang beda-beda, jadi silakan dipilih sesuai kebutuhan. Kalo aku pribadi, aku pilih paket yang premium, karena bisa dipakai untuk 4 orang. Lebih hemat kan, karena bisa sharing dengan keluarga atau teman.

Keuntungan paket premium selain bisa sharing dengan keluarga apa aja?

langganan netflix di Indonesia review
Ada banyak pilihan series dan film yang bisa kamu pilih, seru!

Well, premium streaming plan buys me the ability to watch on 4 screens at a time, in HD or Ultra HD when available, and the ability to download content via WiFi onto 4 phones or tablets to watch later at my convenience, without using up phone data. Jadi, mau nonton di laptop, tablet, atau smartphone secara berbarengan, atau bahkan mau download di device yang berbeda, tetap bisa. Lagi macet-macetan di jalan pun, dibanding stres ngeliatin kendaraan lain, kamu bisa nonton video yang udah kamu download sebelumnya. Hemat data dan super convenient. Buatku, ini salah satu keuntungan dari langganan Netflix.

Bukan cuma itu, untuk couch-potato seperti aku yang lebih senang menghabiskan waktu di rumah (demi nonton) dibanding pergi ke luar, Netflix is a fantastic value. It offers a large catalog of movies, tv series, original content, documentaries, and more at your finger tips at any time. Kamu nggak perlu takut kehabisan tontonan karena di Netflix ada banyak banget pilihan. I get a commercial-free experience and there is always new content coming on to Netflix every week. Dan yang paling nyenengin nih: kamu bisa dapet suggestions untuk film dan serial yang mungkin kamu sukai, based on your viewing activity!

Balik lagi ke topik: buatku, Netflix is the only bill I’m happy to pay setiap bulannya. Soalnya, harga yang aku bayarkan sebanding dengan layanan yang bisa dinikmati. Jadi, the pros: pilihan tontonan beragam, kualitas video oke punya, bisa didownload, bebas iklan, dan super nyaman!

The cons?

Selection depends on your location. Jadi gini, database Netflix itu berbeda antara satu negara dengan negara lain. Konten yang tersedia di Netflix ID, belum tentu tersedia juga di Netflix US. Dan vice versa. Banyak yang bilang konten Netflix US dan Netflix UK tuh lebih lengkap dibanding Netflix untuk region Asia, dan itu benar adanya.

Salah satu contohnya adalah sitcom populer The Office, yang pengin kutonton sejak lama tapi mager download-nya ha ha ha. Sadly it’s not available on Netflix ID, but is available on Netflix US. Atau The Good Place Season 3, yang rilis satu episode perminggu di US tapi harus nunggu sampe tamat dulu baru rilis di Indonesia. Atau Terrace House, yang cuma update di Jepang sementara negara lain harus nunggu season finale dulu hehe.

Sia-sia dong? Udah bayar mahal tapi tetap ada konten yang nggak bisa kita tonton?

Nggak juga, sih. Selalu ada jalan untuk mereka yang mau berusaha. Aku pada akhirnya tetap bisa nonton The Office di Netflix tanpa perlu nunggu series ini rilis di Indonesia.  Begitu juga untuk series-series lain yang pengin kutonton.

Gimana caranya?

Gampang aja: aku pakai VPN.

Ini masih pro kontra sih sebetulnya, as Netflix continuously blocking free VPN services from accessing their content. Saran aku, coba-coba aja cari VPN yang masih belum di-block sama Netflix.

I personally use ExpressVPN to unblock Netflix US, using my existing account.

Untuk detail penggunaannya, aku update di sini, ya. Secara garis besar, aku puas banget dengan layanan ExpressVPN karena nggak makan baterai hp pas dipakai, koneksi internet stabil, dan kebebasan untuk mengakses konten-konten Netflix yang nggak tersedia di Indonesia.

Soal legal atau tidaknya menggunakan VPN untuk nonton konten Netflix di negara lain, silakan dipikirkan masing-masing. Kalo menurut pendapatku, selama itu untuk keperluan pribadi dan bukan komersial, kamu masih bayar biaya langganan tiap bulan, dan akun kamu tidak disebarluaskan atau dijual ke orang lain, aku rasa sih masih dalam hitungan legal, ya.

Oh, satu lagi kekurangannya! Nggak bisa screenshot kalo lagi streaming Netflix via ponsel huhu. Sebagai sobat twitter yang suka live report pas lagi nonton, ini ganggu banget. Kalau mau screenshot, kamu harus nonton via laptop (browser).

Kesimpulannya?

Kalau kamu suka nonton film atau tv series, nggak mau keganggu iklan, ingin pengalaman nonton yang super nyaman, dan (ini yang paling penting) punya waktu untuk nonton, Netflix subscription ini worth it. Once you get one, you’ll never tolerate ads again. (Well, if you even tolerated them in the first place!) Belum lagi kualitas videonya yang HD, jadi bisa dipastikan pengalaman menonton pun akan lebih yahud.

Tapi, balik lagi ke diri masing-masing. Sebab ‘worth it’ atau tidaknya sebuah layanan itu relatif. Kamu rela nggak bayar subscription tiap bulan demi konten-konten video ini? Kamu punya waktu nggak untuk santai-santai dan nonton konten-konten yang ada di Netflix? Coba dipertimbangkan dulu. Make sure you know exactly how much you are going to use it before getting it. If you pay for something and end up never using it, of course, it’s not worth it imho.

Ps: kamu bisa coba free trial selama 30 dari Netlix. Give it a go – it’s free for 30 days, so if you don’t like it you lose nothing!

Hope it helps!

Regards,

Tari

One thought on “Langganan Netflix di Indonesia: Worth It Nggak, Sih?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *