Sejak tayang awal Desember lalu, Memories of the Alhambra terus menuai pujian dari penonton. Drama garapan tvN yang dibintangi oleh Hyun Bin, Park Shin Hye, Park Hoon, dan juga Park Chanyeol (EXO) ini memang menawarkan jalan cerita yang fresh yakni mengenai AR game alias Augmented Reality game yang bisa dimainkan di dunia nyata. Dengan latar belakang lanskap Alhambra yang memukau, dua episode pertama dari drama ini berhasil membius penonton. Tak sedikit dari mereka yang langsung melakukan riset tentang tempat ini, mencari tiket penerbangan murah, dan juga membeli paket hemat keliling Eropa untuk bisa melihat langsung keajaiban dari Alhambra.

Alhambra, Istana Megah Simbol Peradaban Granada
Mengintip megahnya lokasi syuting drama Memories of the Alhambra!

Dalam drama diceritakan bahwa Chanyeol merupakan programer jenius yang menciptakan sebuah AR game tentang perang medieval di Alhambra. Game ini sangat adiktif dan juga magis karena melibatkan dunia nyata yang membuat pemainnya merasa terlibat di dalamnya. Dua investor, dimainkan oleh Hyun Bin dan Park Hoon, bersaing untuk mendapatkan hak edar dari game tersebut karena melihat potensi besar di masa depan. Namun demikian, Chanyeol sebagai pencipta game tersebut ternyata baru 17 tahun dan membutuhkan wali untuk menandatangani kontraknya. Demi memenangkan persaingan, Hyun Bin pun memulai strateginya dengan mendekati Park Shin Hye, kakak sekaligus wali dari Chanyeol.

Sudut pandang yang unik, high-end computer graphics, kemampuan akting yang mumpuni, indahnya sinematografi Granada, serta fast-paced storytelling membuat drama ini unggul dibanding drama Korea lainnya. Tak hanya itu, keputusan produser untuk memilih Granada dan Alhambra sebagai latar belakangnya pun terbilang berani. Arsitektur era pertengahan, gedung kuno, dan lorong-lorong panjang yang klasik membuat pengambilan gambar game AR ini terasa benar-benar nyata.

Granada merupakan kota yang berada di Spanyol bagian selatan. Kota ini masuk ke dalam kawasan otonomi Andalusia dan berada kaki gunung Sierra Nevada. Letak geografisnya membuat kota ini terlihat cantik dengan bukit yang dikelilingi perkebunan zaitun. Di masa lalu, Granada dikenal sebagai kota yang bersinar terang karena ilmu pengetahuan sangat maju di kota ini. Tak heran jika Granada masih menyisakan jejak-jejak sejarah dan kejayaan di masa lalu, salah satunya adalah Alhambra.

Alhambra merupakan sebuah istana megah yang menjadi simbol peradaban Granada. Dalam bahasa Arab, Alhambra berarti ‘merah’ karena sebagian besar dinding dari bangunan ini dibuat dari bata merah. Alhambra tak hanya berfungsi sebagai istana, tetapi juga sebagai perpustakaan, dan juga benteng di masa lalu. Dulunya, Alhambra dibangun oleh Muhammad Al-Ahmar I, pendiri Dinasti Nasrid, pada tahun 1237.

Memasuki Alhambra, pengunjung bisa melihat kemegahan istana ini melalui bentuk arsitekturnya serta interiornya. Pilar-pilar untuk menopang pondasi istana ini masih berdiri kokoh, pahatan di dinding terlihat begitu detail, dan tata letak istananya juga menawan. Terdapat Hausyus Sibb atau Taman Singa yang dikelilingi oleh 128 tiang yang terbuat dari marmer, kolam air mancur dengan 12 patung singa, dan masih banyak lagi. Berkat kemegahan dan kisah di masa lalunya, kini Alhambra masuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Saking lebarnya istana ini, dibutuhkan waktu minimal 3 jam untuk bisa mengeksplorasi Alhambra.

Jangan hanya terpesona dengan kemegahan istana Alhambra ini, manjakan pula diri Anda dengan mendatangi berbagai kota terbaik di benua Eropa. Salah satu kota tersebut adalah Paris yang terkenal akan dunia fashion dan tempat romantisnya. Ke sana, yuk!

2 thoughts on “Alhambra, Istana Megah Simbol Peradaban Granada”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *