Islandia, The Land of Fire and Ice

Berlibur merupakan kegiatan yang disenangi semua orang. Terlebih, bila perjalanan itu merupakan petualangan jarak jauh pertama Anda. Pasti banyak sekali perlengkapan yang perlu Anda siapkan, contohnya paspor, visa, stok makanan kering, juga stok pakaian yang sesuai dengan musim atau cuaca di destinasi tujuan. Bila Anda hendak melakukan perjalanan long haul, yang mana lokasinya amat jauh dari Tanah Air, ada baiknya Anda juga mempersiapkan asuransi perjalanan internasional untuk kelancaran liburan Anda. Sehingga ketika hal yang tidak diduga terjadi, Anda sudah memiliki perlindungan.

Salah satu destinasi menawan yang dapat Anda masukkan ke dalam bucket list perjalanan internasional Anda adalah Islandia. Dikenal sebagai The Land of Fire and Ice, Islandia adalah negara yang memiliki hal-hal kontradiktif secara geologis. Sejumlah gunung berapi aktif dan juga gletser-gletser terbesar di kontinen Eropa ada di negara yang terletak di Atlantik Utara ini. Tidak hanya itu, Islandia juga memiliki selisih antara siang dan malam yang amat kontras. Di musim panas, matahari bersinar sepanjang 24 jam dalam sehari. Sementara di musim dingin, matahari hanya bersinar sekitar 5 hingga 6 jam dalam sehari, dengan sinar yang tidak begitu cerah karena titik lintangnya.

Paradoks pada geografis Islandia membuat negara ini memiliki sejumlah destinasi khas yang amat menarik. Sejumlah aktivitas yang bisa Anda dapatkan jika berkunjung ke Islandia adalah sebagai berikut:

Menyelam di antara dua kontinen

Silfra dinobatkan sebagai titik menyelam dengan air paling jernih di dunia

Silfra merupakan sebuah celah yang terbentuk akibat gempa bumi yang menggesek lempeng tektonik Amerika Utara dan Eurasia pada 1789 di area Thingvellir. Celah ini kemudian terisi air dari lelehan gletser Langjökull, yang telah tersaring melalui lava bawah tanah selama 30 hingga 100 tahun sebelumnya. Maka tidak mengherankan bila kualitas air di celah Silfra sangatlah jernih. Visibilitas bawah airnya pun lebih dari 100 meter. Warna biru jernih dan pekat akan Anda temukan di celah ini.

Selain dikenal sebagai satu-satunya tempat menyelam di antara dua kontinen, Silfra juga dinobatkan sebagai titik menyelam dengan air paling jernih di dunia. Anda dapat mencoba untuk menyesap air jernih ini ketika sedang menyelam di celah ini. Meski air di celah Silfra mulanya diisi oleh lelehan gletser, namun suhu airnya tidak pernah membeku karena dialiri oleh air segar. Suhu air tahunan Silfra adalah sekitar 2°C hingga 4°C.

Mengejar Aurora Borealis

Waktu terbaik untuk menyaksikan aurora di Islandia adalah pada rentang September hingga April

Northern Lights, atau Aurora Borealis, adalah pertunjukan cahaya terbesar alam yang terdapat di bagian utara bumi. Di Islandia, keajaiban ini dapat Anda lihat dari atas gletser Sólheimajökull. Fenomena tarian cahaya alami berwarna hijau, kuning, merah, biru, dan ungu ini hanya dapat Anda saksikan pada musim dingin—dengan kondisi alam ketika sempurna. Oleh karenanya, kejadian ini kerap diasosiasikan dengan “mengejar”.

Fenomena ini sebetulnya merupakan tabrakan antara partikel bermuatan listrik dari matahari yang memasuki atmosfer bumi. Variasi warna yang timbul disebabkan oleh partikel gas yang bertabrakan. Warna aurora sebetulnya bermacam-macam, namun warna yang paling sering terlihat adalah hijau kekuningan. Aurora dengan warna seperti ini berasal dari molekul oksigen yang berada sekitar 60 mil di atas bumi. Sedangkan aurora dengan warna merah tercipta dari oksigen bertekanan tinggi di ketinggian sekitar 200 mil di atas bumi, dan aurora berwarna biru atau merah keunguan berasal dari nitrogen.

Waktu terbaik untuk menyaksikan aurora di Islandia adalah pada rentang September hingga April. Di musim dingin—November hingga Januari—hari-hari di Islandia akan sangat gelap, sehingga, Anda memiliki waktu yang lebih panjang untuk mencari aurora.

Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi Islandia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *